ki ageng suryomentaram
Ki Ageng Suryomentaram menjadi guru dari suatu aliran kebatinan yang bernama Kawrus Begja atau limu Begja yang memiliki arti ilmu bahagia. Apa itu Bahagia? Bahagia menurut Ki Ageng Suryomentaram adalah hidup sewajarnya. Yaitu hidup secara tidak berlebih-lebihan dan juga tidak berkekurangan. Dan hidup sewajarnya itu oleh Ki Ageng dirumuskan dalam NEMSA (6-SA): sakepenake, sabutuhe, saperlune, sacukupe, samesthine, sabenere, Sumber ketidakbahagiaan menurut Ki Ageng Suryomentaram adalah keinginan. Wujud keinginan itu ada semat, drajat dan kramat. Semat itu kekayaan, kesenangan, kecantikan, kegantengan, biasanya sifatnya fisik. Sementara drajat, bisa berupa keluhuran, kemuliaan, keutamaan, status sosial. Dan kramat adalah kekuasaan, kedudukan, pangkat. Keinginan kita wujudnya ketiganya. Ada orang yang terpesona oleh semat, yang terpesona, oleh drajat, atau kramat bisa jadi juga ketiganya. Apa tidak boleh? Boleh. Asal jangan mati-matian, Maka perlu diperhatikan adalah kawruh berikutnya yaitu Mulur lan mungkret. Neraka Dunia Dengan bekal memahami mulur-mungkret dan senang-susah, kita bisa terhindar dari neraka dunia. Nerakanya dunia yang pertama adalah Meri (iri) lan pambegan (sombong). Kedua, Rasa Getun (kecewa). Menyesali masa lalu secara terus menerus (getun keduwung) tidak akan membuat kita bahagia. Ketiga, Sumelang (khawatir). Mengkhawatirkan sesuatu yang belum terjadi pada masa yang akan datang juga menyebabkan kita berada dalam kesusahan bahkan sebelum sesuatu itu terjadi. Maka nikmati saja saat ini. Masa depan mungkin akan mengkhawatirkan, tapi akan ada senang dan susahnya.Informatika kelas x| belajar html | teks dan paragraf
Nama penulis:
Kelas:
Tidak ada komentar:
Posting Komentar